Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Saturday, 22 March 2014



CORETAN DI SELA2 KERJAAN...

Masa muda telah aku tinggalkan,
Yang tersisa hanyalah kenangan-kenangan,
Serta seabreg lamunan-lamunan,
Yang masih membayang panjang di pikiran....

Ingin aku buang,
tapi masih agak sayang,
Ingin aku ulang,
tapi terlalu jauh ke belakang....

Sontak mataku terpejam,
Mulutku terdiam,
dan tiba2 muncul di pikiran,
Masih ada impian-impian yang harus diperjuangkan,
Harapan itu pun akhirnya kembali datang,

Aq merasa kembali dihidupkan,
Melalui impian-impian yang melintasi pikiran
Semoga ketika kelak datangnya kematian,
Ada setitik bekas kebaikan,
Yang pernah aku tuangkan....

(Pwt, 18 Maret 2014)

Monday, 23 May 2011

KANGEN

By : Alex Nanang Agus Sifa
Kadang aku bahagia
Kadang aku menderita
Kadang aku rindu
Kadang rasa itu membelenggu

Kadang aku berpikir
Kadang aku khawatir
Wajah manis yang telah terukir
Sungguh sulit untuk aku usir

Kenapa rasa rindu selalu menyelimuti Qalbu
Kenapa orang yang aku sayang selalu terbayang
Apakah ini cinta sejati yang hakiki
Yang hanya terpendam dalam lubuk hati

Aku ingin sekali mengungkapkan
Namun lidah ini terasa bisu terus membungkam
Biarkanlah waktu yang akan menjawab
Walaupun hati ini terasa berat

AKU 2


By: Alex Nanang Agus Sifa 
Selama Tuhan-ku masih memercikan setetes air kehidupan  bagi-ku, maka aku akan terus mencari siapa diri-ku. Kini aku mencari hakikat-ku melalui perspektif filsafat yang saat ini mengitari-ku. Akankah dengan filsafat aku bisa mengetahui siapa diri-ku? Atau dengannya aku hanya menghabiskan waktu yang diamanahkan oleh Tuhan-ku? 

“Kata orang, filsafat itu tak bermanfaat, kata orang, filsafat itu menjadikan sesat”. Kenapa banyak orang membenci filsafat? Apa yang salah dari filsafat? Kenapa orang-orang banyak yang menjauhinya?. Sebenarnya, Semacam apakah filsafat itu? Kenapa aku berfilsafat? Apa yang bisa aku dapatkan dari filsafat? 

Filsafat yang secara bahasa adalah cinta pada kebijaksanaan berarti mengajak orang yang mempelajarinya agar bijaksana (menempatkan sesuatu pada tempatnya). Jadi dengan filsafat seseorang belajar untuk mengerti dan memahami siapa dirinya, bagaimana dia memperlakukan dirinya serta apa yang harus dia perbuat untuk dirinya. 

Melalui filsafat aku bisa mengetahui siapa diri-ku, kenapa aku ada dan untuk apa aku diadakan. Adanya aku tentunya tidak ada dengan sendirinya. Adanya aku berarti menunjukkan ada yang menciptakan-ku. Yang menciptakan-ku tentunya memiliki kemampuan lebih dari-ku, tidak terbatas dan mutlak adanya. Dialah Tuhan Yang Maha Esa (Allah Subhanahu wa Ta’ala) yang tak ada satupun yang menyamainya.

Untuk itu Tuhanku harus satu. Karena jika Tuhanku dua, tiga atau lebih banyak dari itu, maka Tuhan tidak kuasa satu sama lain. Jika Tuhan tidak berkuasa maka berarti Dia bukan Tuhan yang sebenarnya. Dan jika Tuhan lebih dari satu, niscaya alam ini akan hancur disebabkan masing-masing Tuhan mempunyai kehendak. Oleh karenanya Tuhan cukuplah satu adanya, tidak berbilang, dan tidak beranak pinak. 

Aku adalah ciptaan Tuhan, sedangkan ciptaan-Nya bukan hanya aku. Dia menciptakan malaikat yang selalu taat kepada-Nya dan Dia juga menciptakan syetan  yang telah mendurhakai-Nya. Adanya aku adalah diantara keduanya. Aku punya potensi untuk taat seperti malaikat dan aku juga punya potensi durhaka seperti durhakanya syetan. 

Aku bisa lebih mulia dari malaikat karena aku bisa menundukkan potensi durhaka-ku. Aku bisa lebih hina dari syetan ketika aku mengabaikan potensi ketaatan-ku. Aku tahu jika hidup mati-ku, rizqi-ku dan jodoh-ku sudah ditentukan oleh Tuhan-ku ketika aku masih dikandungan ibu-ku. Akan tetapi aku masih diberi kesempatan oleh Tuhan-ku untuk berusaha sekuat tenaga dalam mengarungi kehidupanku yang semu.

Aku bukanlah seorang penganut rasionalisme (Rene Descrates) yang memuja-muja akal.
Aku bukanlah seorang penganut empirisme (David Hume) yang menafikan metafisika.
Aku bukanlah seorang penganut Kritisisme (Immanuel Kant) yang memisahkan antara moral dengan agama.
Aku bukanlah seorang penganut positivisme (Auguste Comte) yang menganggap agama tak berarti (meaningless).
Aku bukanlah seorang penganut Materialisme (Karl Max) yang haus akan materi.
Aku bukanlah pengikut kaum sofis yang berargumen untuk mencari kemenangan
Aku bukanlah mereka-mereka yang tak bertuhan (Atheisme).
Aku juga bukan mereka-mereka yang menyembah banyak Tuhan (Polytheisme).
Tapi aku adalah seorang yang bertuhan satu (Theisme).
Tuhan-ku adalah Tuhan Yang Esa (Allah Subhanahu wa Ta’ala), pencipta alam semesta, tidak ada yang menyerupai-Nya, mutlak adanya dan kekuasaan-Nya tidak terhingga. Wallahu a’lam bishhawwab…

AKU 1


By: Alex Nanang Agus Sifa 
Terkadang aku bertanya tentang diri-ku.
Siapa aku? Ternyata pertanyaan-ku harus dijawab oleh aku. Karena aku yang bisa mengerti akan diri-ku. Aku bukan orang selain aku. Aku tidaklah seperti orang selain aku. Aku jadi terpusingkan oleh diri-ku, padahal tidak ada orang yang lebih tau diri-ku kecuali aku.
Siapa aku?
Aku adalah apa yang aku lalui. Aku adalah aku yang sekarang. Adanya aku tidak bisa ditempati oleh orang selain aku. Aku yang ini bukan aku yang itu. Aku yang ini bisa mati karena aku bukan Tuhan-ku. Aku yang itu tidak ada karena aku cuma satu adanya. Jika aku mati maka aku tinggal sejarah-ku dalam hidup-ku.
Siapa aku?
Aku adalah aku. Kamu adalah kamu. Aku bukanlah kamu. Kamu bukanlah aku. Karena jika aku adalah kamu dan kamu adalah aku berarti aku dan kamu adalah kita. Dan kita bukanlah aku.
Hakikat aku (الانا) bukanlah aku (انا). Karena hakikat aku masih akan tetap hidup setelah matinya aku. Dan hakikat aku akan mem-pertanggungjawabkan perbuatan-ku selama hidup-ku di mata Tuhan-ku. Oleh karenanya aku harus mengenali diri-ku, agar aku bisa mengenal Tuhan-ku (من عرف نفسه فقد عرف ربه).
Sekarang, aku masih dan akan terus mencari siapa diri-ku. Pencarian-ku adalah untuk mencari siapa aku. Dengan mengenal aku, maka aku akan tahu siapa diri-ku. Dengan mengenal aku, maka aku akan mengenal lebih dekat siapa Tuhan-ku. Wassalam….

Tunggu Aku Sobat


By: Alex Nanang Agus Sifa (20 april 2011) 
Perjalanan ini sepertinya masih panjang
Dan itu berarti butuh lebih perjuangan,
Langkah kaki tak boleh terhenti
Tuk menggapai sesuatu yg pasti

Walau kesedihan tiada tara
Walau kepayahan tak terkira
Diringi mata berkaca
Yg air mata menetes membasahinya...

Aku akan tetap tegar
Dengan penuh rasa sadar beriring sabar
Impian ini harus tetap aku kejar
Dengan terus menjadi manusia pembelajar...

Tunggu aku sobat
Doakan aku agar tdk terlambat
Usahaku tdk terhambat
Dan ilmuku bisa manfaat
Dunia akhirat..