Thursday, 11 October 2012

Atas Nama Kebersamaan


Mahasiswa merupakan tonggak perjuangan dimasyarakat kelak, baik masyarakat dalam cakupan kecil yaitu lingkungan di sekitar tempat tinggalnya maupun masyarakat dalam cakupan yang lebih luas lagi (bangsa dan negara). Oleh karena itu mahasiswa sering disebut Agent Of Change. Terlebih lagi mahasiswa yang belajar di institusi-institusi berlabel islam. Mereka diharapkan bisa menjadi aktor pencerah dan mampu berperan penting ketika terjun di masyarakat.
Sebagai mahasiswa muslim, kita dituntut untuk bisa membawa umat ke arah yang lebih baik. Agar nantinya bisa tercipta masyarakat madani dan tegaknya peradaban yang berkeadaban bukan malah peradaban yang berkebiadaban. Karena memang, fenomena yang terjadi sekarang menunjukkan bahwa umat sedang merasakan haus dalam spiritual.
Akhir-akhir ini, banyak diantara mahasiswa yang menyalah gunakan peranannya. Mereka bukan lagi sebagai tokoh-tokoh akademisi yang berkutat dalam kegiatan keilmuan. Tetapi mereka lebih memilih kegiatan-kegiatan yang tidak jelas tujuan dan arahnya. Nge-game, menghabiskan waktu buat nongkong bersama anggota gank-nya, berhubungan dengan lawan jenis tanpa ada batasan, bahkan banyak terjadi diantara mereka yang terjerumus ke dalam lembah hitam perzinaan (free sex). Apakah ini yang disebut sebagai mahasiswa? Apa yang akan kita perbuat ketika kita dihadapkan dengan berbagai problema di masyarakat kelak? Belum lagi pertanggungjawaban kepada kedua orang tua yang dengan susah payah membiayai kuliahnya? Lebih jauh lagi tanggung jawab dihadapan Allah?
Marilah kita evaluasi diri kita masing-masing (kalau kita masih mengaku menjadi mahasiswa muslim). Tentunya kita bukan dari golongan mereka yang bertindak sesuaka hati tanpa hati-hati. Jangan sampai kita mengatas namakan makna ‘kebersamaan’ untuk melegitimasi setiap tindakan. Memang hidup butuh akan ‘kebersamaan’, tapi yang perlu diingat adalah “tidak ada kebersamaan yang mengorbankan ‘pendidikan’.” Tidak ada kebersamaan jika waktu disia-siakan. Tidak ada kebersamaan jika masa depan yang jadi taruhan. Wassalam.
Oleh: Alex Nanang AS

No comments: